Cara Mengenal 'Rantai Gajah' Yang Membuatmu Sulit Sukses

Mengenal Rantai Gajah Penghalang Sukses

Suatu ketika ada se-ekor gajah yang sangat besar serta memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Hingga suatu saat, seorang anak ingin menaklukkan gajah tersebut. 

Sang anak bertanya pada kakeknya “Kek, bagaimana caranya  menaklukan gajah itu?” Sang kakek menjawab “gampang nak”, dengan nada tidak percaya anak itu berkata Bukankah gajah itu besar dan kuat kek” sang kakek hanya tersenyum mendengar perkataan sang cucu.

Kemudian sang kakek mengambil tembak bius dan sebuah rantai. Loo, buat apa itu kek?” tanya sang cucu keheranan Ikut saja, ayoo” ajak sang kakek. 

Mereka berjalan menuju sang gajah, kemudian kekek tersebut menembak sang gajah dengan bius yang dibawanya. Beberapa menit kemudian sang gajah jatuh pingsan, saat itulah kakek mengambil rantai lalu mengikat kaki gajah dengan batang pohon yang sangat besar. Anak itu hanya memperhatikan tingkah laku kakeknya.

Beberapa jam kemudian sang gajah terbangun, dengan kaki terikat ia mencoba berjalan namun sayangnya ia terjatuh, mencoba lagi dan terjatuh lagi, hingga begitu seterusnya. 

Ketika gajah mulai kelihatan lapar kakek dan cucunya mengambilkannya makanan. Hari demi hari, minggu demi minggu hingga bulan demi bulan berlalu. 

Gajah hanya terdiam pasrah melihat kakinya yang terikat. Pada akhirnya kakek melepas rantai yang mengikat gajah itu. Sungguh sang cucu tak menyangka, ternyata gajah itu masih diam tak bergerak.

Sang kakek lalu bertanya pada cucunya Tahukah kamu kenapa gajah masih diam?” Sang cucu masih terheran Capek mungkin kek” jawabnya sambil menatap gajah tersebut. 

Jawabanmu tidak salah, namun yang kakek maksud bukan sekedar itu nak, gajah tersebut pada awalnya merupakan hewan yang kuat dan besar, namun karna rantai yang setiap hari mengikatnya membuat dia terbelenggu oleh fikirannya sendiri, ia selalu berfikir jika rantai itu masih ada pada kakinya. Dia berfikir jika dirinya tidak mampu, dia merasa kekuatannya hanya sebatas itu.

Pembaca yang budiman, banyak di kalangan kita yang memiliki pola fikir seperti gajah tersebut, mereka lupa dengan potensi yang di milikinya, mereka menganggap dirinya hanya manusia lemah yang tidak memiliki kelebihan. Padahal tidak semua cara berfikir kita benar, terkadang fikiran kita hanya memperlemah kemampuan bahkan membunuh potensi yang kita miliki.

Mari kita merenung sejenak, coba anda bayangkan berapa sering kita merasa bahwa diri kita mahluk lemah tak berdaya? Berapa sering kita menganggap orang lain hebat yang akhirnya membuat kita semakin lemah?  

Coba anda bayangkan, kapan terahir kali anda bermimpi namun fikiran anda tidak yakin dengan mimpi itu? Dan kapan terakhir kali anda merasa hidup anda sudah final?, rezeki anda sudah tak dapat bertambah dan kemampuan yang anda miliki tak dapat berkembang? 

Kemudian, anda pasrah tak melakukan usaha dalam bentuk apapun. Tahukah anda? bahwasannya saat itu rantai gajah sedang mengikat diri anda.

Meski demikian, tidak semua orang menyadari jika dirinya sedang terikat rantai gajah yang membinasakan masa depan. Mereka merasa nyaman dengan kondisinya, mereka menganggap tidak ada masalah dalam hidupnya, padahal mereka sedang dalam kondisi yang sangat bermasalah. 

Yakni, terbelenggu oleh pola fikir yang negatif. Lantas, bagaimana kita akan berubah jika kita tidak menyadari sedang berdiri pada kondisi yang salah? Ironisnya kita sudah terlanjur merasa nyaman dengan kondisi itu.

Mengenal rantai gajah merupakan langkah pertama sebelum kita melangkah lebih jauh lagi. Bagaimana mungkin saya bisa menjadi besar kan saya cuma orang miskin”, “Cewek itu tidak usah sekolah tinggi-tinggi nanti pasti di dapur juga” kalimat itu sebagian dari contoh rantai gajah yang mengikat pola fikir masarakat kita. Apakah anda pernah termasuk bagian dari orang itu? Jika iya, saatnya anda berubah.

Tiga Faktor Pengikat Rantai Gajah

1.      Lingkungan yang Tidak Mendukung

Anda adalah produk lingkungan anda, mungkin kata-kata itu tidaklah berlebihan mengingat sejak kecil kita selalu berinteraksi dengan lingkungan di sekitar kita, jika lingkungan kita baik maka kita akan baik dan jika lingkungan kita buruk maka besar kemungkinan kita akan menjadi buruk. 

Kalau anda dekat dengan tukang sate maka anda akan berbau sate jika anda dekat dengan penjual parfum maka anda akan ikut berbau wanginya parfum.

Lingkungan akan membentuk prilaku kita dari dalam, apa yang anda fikirkan akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan di sekitar anda, jika anda tidak mampu merubah lingkungan anda menjadi lebih baik maka langkah paling bijak yang harus anda lakukan adalah anda mencari lingkungan yang lebih baik yang mendukung potensi anda.

Coba anda amati lingkungan anda sekarang. Apakah lingkungan anda mendukung setiap langkah positif anda? 

Atau malah membuat diri anda menjadi pribadi yang semakin tidak baik. Silahkan evaluasi, jika lingkungan anda tidak mendukung potensi dan tujuan hidup anda, maka besar kemungkinan lingkungan anda menjadi rantai gajah diri anda.

2.      Tidak mau keluar dari zona nyaman

Zona nyaman merupakan zona yang paling berbahaya, karna pada zona ini kita enggan untuk merubah diri kita menjadi lebih baik. Kita merasa sudah final perjalanan karir kita.  

Kita enggan berupaya menambah kualitas kita, kita enggan belajar lebih giat, kita enggan bekerja lebih keras dan kita enggan hidup lebih bermakna lagi.

Ketika anda merasa nyaman dengan keseharian anda, dengan aktivitas rutinan anda, yang mana sebenarnya aktivitas itu membelenggu potensi kita, 

seperti berbaring bermalas-malasan di kamar, menonton televisi, Shoping secara berlebihan dan kegiatan membuang waktu lainnya. Maka, tinggalkan. Carilah kegiatan yang lebih bermanfaat untuk perjalanan karir dan masa depan anda.

Zona nyaman merupakan salah satu rantai gajah yang selalu membelenggu kehidupan kita. kita selalu merasa nyaman pada kondisi yang sebenarnya tidak nyaman.  

Jika anda ingin berhasil maka keluar dari zona nyaman menuju zona sukses anda. pembahasan ini akan kita bahas secara khusus di bab selanjutnya.

3.      Tidak Mengakui Potensi yang Terpendam

Pengikat rantai gajah selanjutnya adalah tidak mengakui potensi yang kita miliki. Kita selalu berfikir jika kita tidak mampu hidup lebih baik lagi. 

Lantaran merasa tidak memiliki kemampuan yang mempuni, jika anda tidak berani mengakui potensi anda bagaimana mungkin hidup anda akan berkualitas.

Orang yang tidak percaya dengan kualitas dirinya biasanya merasa puas dengan kondisi yang biasa-biasa saja. Mereka enggan mencoba melakukan sesuatu yang besar, karena dalam benaknya sudah tertanam kata “gagal”.

Jika anda membiarkan diri anda terikat rantai gajah, anda akan gugur dengan sendirinya dari kompetisi bergengsi di dunia ini. Hidup anda akan ala kadarnya, tidak ada prestasi yang dapat di banggakan dan anda akan hilang ditelan oleh zaman.

Maka dari itu, ayo kita buka fikiran kita, kita buang rantai gajah yang sudah sekian lama membelenggu diri kita, kita dilahirkan untuk sukses, kita adalah pemenang dalam hidup ini. 

Ciptakanlah lingkungan yang positif, keluarlah dari zona nyaman anda karna dalam diri anda masih terdapat potensi yang sangat luar biasa.