Menjadi Sukses Dengan Membuang Duri Penghalang

Ilustrasi orang berjuang membuang duri penghalangnya

Di waktu saya kecil tepatnya saat saya sekolah di Madrasah Ibtidaiyah, kala itu saya sangat kesulitan memahami pelajaran, entah apa alasannya, saya merasa jika diri ini begitu bodoh.

 Bukan hal yang tidak jarang saya sering bolos masuk sekolah. Suatu hari guru saya memanggil saya ke kantor, beliau bertanya terkait kemerosotan prestasi saya, saya menjawab apa adanya, kemudian dengan penuh harap beliau menatap sambil lalu mengatakan 

Setiap orang yang hidup pasti menemukan duri penghalang kehidupan, yakni keraguan dan rasa malas, tanpa terkecuali. Entah itu presiden, menteri dan lain sebagainya. Mereka pasti merasakannya, karna itu fitrah manusia. Lalu apa yang bisa kita lakukan? 

Ingat! Jika jalan mencapai tujuan kita di penuhi duri penghalang maka BUANGLAH DURI itu.”

Dan saya yakin, tidak cuma saya yang mengalami hal itu, mungkin sekarang anda sedang mengalaminya? Jika jawabannya iya, jangan hawatir itu sudah biasa dalam hidup, namun orang hebat tidak akan hidup dengan biasa-biasa saja. 


Mereka cenderung membuang duri penghalang yang ada pada dirinya, mereka enggan bermalas-malasan, mereka menatap kehidupan ini penuh dengan keberanian hingga mereka menjadi orang yang luar biasa. 


Perlu saya tegaskan, yang di maksud duri penghalang disini adalah rasa malas dan tidak percaya terhadap kemampuannya sendiri.


Disadari atau tidak, duri penghalang merupakan salah satu pembunuh potensi yang kita miliki. Sering saya katakan, bahwasannya kita memiliki potensi yang sangat luar biasa.


 Namun, potensi itu akan semakin terpendam ketika kita ragu dan malas untuk memulai hidup yang lebih baik. Terkadang kita tidak bisa menyelesaikan sesuatu bukan karena kita tidak mampu, melaikan karena terlalu seringnya kita melalaikan kemampuan kita.


Ketika kita memendam kemampuan yang kita miliki, maka secara tidak sadar kita membiarkan diri ini tertinggal jauh dengan orang yang serius mengejar impiannya, mari kita berfikir sejenak, mungkin anda mempunyai sahabat yang lebih sukses dari pada anda, bukankah sebenarnya kita sama? 


Sama-sama memiliki waktu 24 jam sehari, sama-sama memiliki akal sebagai pemandu aktivitas kita. Lantas kenapa kita berbeda? Jawabannya adalah karna ia yakin akan sukses disaat anda ragu. 


Anda ragu pada kemampuan yang luar biasa. Keraguan itu membuat anda malas menjalani aktivitas yang sebenarnya anda mampu.


Begitu dahsyatnya dampak jika kita membiarkan duri penghalang terus bersemayam dalam diri kita. Kemampuan luar biasa kita semakin tertindih yang akhirnya membuat kita menjadi manusia yang adanya sekedar ada. 


Apakah kita mampu membuang duri penghalang yang ada dalam diri kita? Jawabannya “Jika orang lain mampu, kenapa kita tidak.”Namun ada beberapa alasan yang akan mengundang duri penghalang itu datang,diantaranya:


Takut Mengambil Resiko

Berubah menjadi baik itu beresiko namun tidak berubah jauh lebih beresiko. Kalau saya bertanya kepada anda, siapa yang ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik? Pasti anda akan angkat tangan lalu berkata “saya!namun terkadang keraguan pada diri kita membuat kita enggan untuk berubah, karena berubah itu beresiko, tidak semua orang berani mengambil resiko itu.


Karna ketidak beraniannya tersebut. Mereka lebih cenderung hidup bermalas-malasan, mereka selalu ragu melangkah kedepan karena takut akan resiko. Pada akhirnya potensi yang akan melahirkan kesuksesannya terbaikan. Padahal jika kita menyadarinya tindakan paling beresiko adalah tidak mengambil resiko itu sendiri.


Tidak Percaya Diri


Banyak sekali orang tidak mampu meraih sesuatu yang diimpikannya lantaran kurangnya kepercayaan kepada diri sendiri, tidak percaya jika diri ini memiliki potensi yang luar biasa. 


Pada akhirnya lebih memilih menghabiskan waktunya dengan main game, chatingan hingga lupa waktu dan kegiatan yang kurang bermanfaat lainnya. Kalau anda tidak yakin dengan hal ini. 


Silahkan anda perhatikan diri anda atau orang-orang di sekeliling anda. saya yakin kita semua pasti memiliki impian, tetapi kenapa kita lebih cenderung bermalas malasan? Jawabannya, karna kita kurang yakin dengan impian dan potensi yang kita miliki.


Jika kita terus-terusan tidak yakin dengan kemampuan diri kita, lantas siapakah orang yang akan yakin dengan kita? 


Prestasi tidak akan pernah tertukar, orang yang yakin dengan masa depannya dan mau berupaya pasti akan sukses, begitu pula sebaliknya. jika anda yakin dan benar-benar yakin pada diri anda, maka duri penghalang dengan mudah anda singkirkan dalam hidup anda.


Ada cerita menarik terkait hal ini. Di saat saya berusia 18 tahun tepatnya saat saya duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan, di kelas yang hanya terdiri dari 24 siswa. 


Saya sangat hobi memperhatikan sahabat-sahabat saya, mungkin sudah tidak asing lagi dimata ini, sebuah kegiatan contek-menyontek yang dilakukan oleh beberapa siswa di kelas. Hari demi hari kegiatan itu terus berlangsung, hingga diri ini terdorong untuk mencari jawaban “Kenapa hal itu terus terjadi?”


Suatu ketika saya memperhatikan kegiatan sahabat yang sangat hobi menyontek di kelas. Ternyata jatah waktu 24 jam sehari ia habiskan dengan main game, tidur, serta cangkruan di tempat kopi bersama teman-temannya, entah kala itu mungkin hanya sekolah yang merupakan kegiatan paling positif yang dilakukannya. 


Kemudian saya bertanya kepadanya “Kenapa di kelas kita berbeda iya, ada yang pintar ada pula yang kurang pintar?” Kemudian dia menjawab “Wah, itu sudah takdir”.Mendengar jawaban itu saya hanya tersenyum kepada teman saya itu.


Kemudian saya memperhatikan sahabat yang paling rajin dikelas, kegiatannya yakni, habis pulang sekolah ia membaca lagi hasil pelajaran yang didapatnya. 


Kemudian ia membantu orang tuanya, lalu mengerjakan PR yang diberi oleh guru, setelah selesai semuanya ia kemudian bermain dengan sahabatnya untuk mengisi waktu luangnya, dan di malam hari ia sibuk belajar untuk sekolahnya besok. 


Kemudian saya bertanya kepadanya “Kenapa engkau sangat rajin?” Dan sungguh jawaban yang sangat luar biasa “Setiap orang tidak tahu seperti apa masa depannya. Maka dari itu, cara saya meyakini jika masa depanku akan bagus dengan belajar dan melakukan kegiatan bermanfaat saat ini”. 


Keberanian membuang duri penghalang yang ada pada dirinya akhirnya ia lulus dengan predikat terbaik. Sedangkan teman saya yang satunya hanya puas dengan nilai kelulusan yang sangat minim.


Dari cerita ini kita dapat mengambil pelajaran jika kita ingin menjadi orang yang luar biasa, maka langkah yang harus kita lakukan adalah membuang duri penghalang yang ada pada diri kita, tidak ada ceritanya orang sukses berangkat dari kemalasan dan keraguan atas kemampuan dirinya.