Contoh Narasi Membuat Video Pembelajaran bagi pemula

Desa soket laok merupakan desa yang terletak di kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan. Desa ini memiliki beberapa potensi salah satunya potensi di bidang hasil pertanian diantaranya ubi jalar.

Mengingat ubi jalar tersebut oleh warga desa soket laok di jual mentah sehingga nilai jual sangat murah.

BUMDES muda berkarya melakukan Inovasi dengan mengolah ubi jalar menjadi makanan pangan berupa carang mas.

Lewat semangat juang para pengelola bumdes yang notabenya dihuni oleh para anak mudah, Bumdes melakukan rapat internal pengurusan untuk membentuk unit usaha carang mas. yang kemudian menyusun proposal penyertaan modal sejumlah 20jt rupiah yang diajukan kepada pemerintah desa.

Setelah disetujui segenap pengelola bumdes mengimplementasikan programnya dalam bentuk nyata.

Namun dalam pelaksanaannya bumdes memiliki banyak kendala yang dihadapi salah satunya kurangnya dukungan dari masyarakat, sehingga menghambat perkembangan usahanya.

Walau demikian, segenap pengurus tidak gentar dan tetap berjuang secara total sehingga usaha yang dijalankan mampu membuka lapangan pekerjaan dengan merekrut ibu-ibu produktif.

Adapun bahan yang digunakan adalah ubi jalar, gula merah dan minyak goreng. Sebelum kita membuat carang mas kita terlebih dahulu memilih ubi jalar terbaik yang kemudian dikupas dan di iris lalu di goreng bersamaan dengan gula merah.

Proses selanjutnya di bentuk seperti bola kecil dan dibungkus dengan baik dan rapi sehingga menambah daya tarik konsumen untuk membeli.

Dari usaha tersebut BUMDES MUDA BERKARYA mampu menggaji enam karyawan. Selanjutnya segenap pengurus akan terus berkomitmen mengembangkan usahanya sehingga bisa menyumbang pada PAD (Pendapatan Asli Desa).

Contoh Narasi Membuat Video Kerjasama

Narasi Membuat Video
Animasi Membuat Video

Desa Soket Laok dapat dikatakan sebagai daerah yang tertinggal dan belum dapat memaksimalkan potensi desa untuk kesejahteraan warganya.

Salah satu potensi sumber daya alam yang bernilai ekonomis dari desa Soket Laok adalah mente dan gadung. Akan tetapi, petani sendiri kurang paham bagaimana mengolah dan menjual mente tersebut ke luar wilayah Soket Laok.

Selain itu, kurangnya pemahaman dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi juga menjadi salah satu permasalahan.

Demi tercapainya desa yang maju, pemerintah desa soket laok Bersama BUMDes Muda Berkarya membuat program kerjasama dengan kampus ternama di jawa timur yaitu UNAIR dalam program tersebut meliputi pendampingan pengelolaan BUMDes, manajemen keuangan, pembuatan website desa, pemasaran produk serta melakukan pendaftaran merek dan perizinan usaha produk yang telah dihasilkan.

Adapun tahapan yang dilakukan yakni pemerintah desa yang dikomandoi oleh kepala desa melakukan musyawarah dengan segenap elemen masyarakat yang meliputi, karang taruna dan segenap insan akademis yang berasal dari soket laok. setelah menyepakati untuk merangkul universitas terbaik. Selanjutnya desa soket laok melalui kepala desa berkomunikasi dengan Bapak syamsul yang menjabat sebagai PMD kecamatan tragah yang tak lain merupakan alumni dari kampus tersebut untuk memfasilitasi desa soket laok dalam Kerjasama yang diinginkan.

Rasa ingin membangun desa yang besar dari pemerintah desa dan pengelola BUmdesa. Dalam waktu singkat berkisar satu bulan desa soket laok berkunjung langsung ke universitas Airlangga yang berada di Surabaya. Setelah pertemuan tersebut pada bulan Maret 2019 secara resmi desa soket laok Bersama Universitas Airlangga melakukan MOU.

Dari Kerjasama yang dilakukan desa soket laok sudah mampu memaksimalkan potensi desa khususnya di dunia pertanian yaitu gadung yang diolah menjadi keripik. Sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat khususnya para perempuan.

Selain itu dampak terbesar dari adanya Kerjasama tersebut dirasakan langsung oleh segenap pengelola bumdes seperti pengelolaan bumdes dilakukan dengan professional, memiliki website desa yang bertujuan mengenalkan desa soket laok melalui produk-produk unggulannya. Sedangkan untuk mente, desa soket laok masih mengalami kesulitan, dikarenakan bersifat musiman dan akhir-akhir tahun ini mengalami gagal panen.

Walau demikian pemerintah desa dengan bumdes akan terus berupaya memaksimalkan semua potensi yang dimiliki sehingga bisa bernilai ekonomis dan mampu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.