Daftar Ketua PBNU Dari Masa Ke Masa Yang Harus Anda Ketahui

1 Abad Didirikan, Ini Daftar Ketua PBNU dari Masa-kemasa adalah tulisan yang saya buat ketika sedang berada di kantor Madura Go Digital.

Inspirasi mengulas daftar ketua PBNU dari masa-kemasa bermula saat saya berbincang dengan salah satu pemuda nahdiyyin yang potensial.

Ia membahas tentang sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama, serta dibahas juga tentang bahayanya pemahaman Islam yang dibawa oleh Wahabi.

Dari kedua pembahasan tersebut saya sangat tertarik dengan Sejarah Nahdlatul Ulama, terkhusus terkait daftar ketua PBNU dari masa kemasa.

Oleh karenya saya melakukan riset untuk mengumpulkan data daftar ketua PBNU dari pertama berdiri hingga berusia 1 abad sekarang.

Hasil riset yang saya pelajari kurang lebih seperti ini:

Daftar Ketua Umum PBNU Dari Masa Ke Masa

DAFTAR KETUA NU DARI MASA KE MASA

Dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama dibagi menjadi dua yaitu yaitu syuriah yang setara dengan legislatif dan Tanfidziyah yang merupakan eksekutifnya. 

Berikut Daftar Rais 'Aam dari masa ke masa yaitu:

1. KH. Hasyim Asy'ari

KH. Hasyim Asy'ari 

KH. Hasyim Asy'ari merupakan Rais "Aam pertama yang merupakan pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. Beliau lahari pada selasa kliwon tanggal 24 Zulkaidah 1287 Hijriah bertepatan dengan tanggal 14 Februari 1871 Masehi. 

KH. Hasyim Asy'ari yang merupakan pendiri pondok tebuireng jombang tersebut menjadi ketua umum PBNU mulai tahun 1926 sampai tahun 1947.

KH. Hasyim Asy'ari dipilih melalui:

Muktamar 1 (1926)

Muktamar 2 (1927)

Muktamar 3 (1928)

Muktamar 4 (1929)

Muktamar 5 (1930)

Muktamar 6 (1931)

Muktamar 7 (1932)

Muktamar 8 (1933)

Muktamar 9 (1934)

Muktamar 10 (1935)

Muktamar 11 (1936)

Muktamar 12 (1937)

Muktamar 13 (1938)

Muktamar 14 (1939)

Muktamar 15 (1940)

Muktamar 16 (1946)

2. KH. Abdul Wahab Hasbullah

KH. Wahab Hasbullah

KH. Wahab Hasbullah lahir pada tanggal 31 Maret 19888 Masehi. Beliau merupakan salah satu pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. 

KH. Abdul Wahab Hasbullah merupakan ulama yang memiliki pandangan modern dalam berdakwah beliau sering menggunakan media massa seperti media yang didirikannya yaitu Harian Umum "soeara Nahdlatul Oelama".

Beliau menjadi Rais 'Aam mulai tahun 1947-1971 yang dipilih melalui:

Muktamar 17 (1947)

Muktamar 18 (1948)

Muktamar 19 (1951)

Muktamar 20 (1954)

Muktamar 21 (1956)

Muktamar 22 (1959)

Muktamar 23 (1962)

Muktamar 24 (1967)

3. KH. Bisri Syansuri 

KH Bisri Syansuri

KH Bisri Syansuri merupakan ulama Nahdlatul Ulama yang lahir pada 18 September 1886. Beliau merupakan pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang.

Beliau dalam sejarahnya tercatat sebagai ulama yang menguasai ilmu fiqih agama Islam.

Beliau menjadi Rais 'Aam PBNU mulai dari tahun 1971 sampai dengan 1980 yang dipilih melalui:

Muktamar 25 (1971)

Muktamar 26 (1979)

4. KH. Ali Maksum

KH. Ali Maksum

KH. Ali Maksum merupakan ulama NU yang lahir di Lasem Jawa Tengah. Ia lahir pada tang 2 Maret 1915.

Menggantikan KH. Ali Maksun yang wafat pada 25 April 1980, beliau menjadi Rois 'Aam pada tahun 1981 sampai 1984.

5. KH. Ahmad Siddiq

KH. Ahmad Siddiq

KH. Ahmad Siddiq merupakan ulama NU yang lahir di Kota Jember pada tanggal 24 Januari 1926 yang kemudian wafat pada tanggal 23 Januari 1991 Masehi.

Beliau merupakan ulama yang dikenal aktif menulis, adapun karyanya antara lain:

- Pedoman Berfikir Nahdlatul Ulama

- Khittah Nahdiyah

- Islam Pancasila dan Ukhuwah Islamiyah

- Pemikiran KH. Ahmad Siddiq

- Dan Lain Sebagainya

Beliau menjadi Rais 'Aam PBNU mulai tahun 1984 sampai 1991 yang dipilih melaui:

Muktamar 27 (1984)

Muktamar 28 (1989)

6. Ag. H. Ali Yefie

Ag. H. Ali Yefie

Ag. H. Ali Yefie merupakan ulama NU yang lahir pada tanggal 1 September 1926. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Darut Da'wah Wal Irsyad, Pare Sulawesi Selatan.

Beliau menjadi Rais 'Aam sementara PBNU mulai tahun 1991-1992 yang dipilih secara aklamasi menggantikan KH. Ahmad Siddiq yang telah wafat.

7. KH. Ilyas Ruhiyat

KH. Ilyas Ruhiyat

KH. Ilyas Ruhiyat juga merupakan ulama NU yang lahir pada tangga 31 Januari 1934 di Kabupaten Tasikmalaya. 

Ia menjadi Rais 'Aam PBNU mulai tahun 1992 sampai 1999. yang dipilih melalui:

Muktamar 29 (1994).

8. Dr. (H.C.) K.H. Sahal Mahfudh

Dr. (H.C.) K.H. Sahal Mahfudh

Beliau merupakan ulama NU yang lahir pada tanggal 17 Desember 1937. Beliau pernah menjadi ketua Majelis Ulama Indonesia dari tahun 2000 sampai 2014.

Beliau menjadi Ketua Rais 'Aam mulai tahun 1999-2014. yang dipilih melalui:

Muktamar 30 (1999)

Muktamar 31 (2004)

Muktamar 32 (2010)

9. Dr. K.H. Ahmad Mustofa Bisri

KH. Mustofa Bisri

KH. Mustofa bisri atau yang biasa dipanggil Gus Mus merupakan salah satu Ulama NU yang lahir pada tanggal 10 Agustus 1944 di Rembang.

Beliau merupakan pimpinan Pondok pesantren Raudlatut Thalibin, Lateh Rembang yang pernah menjadi Rais 'Aam PBNU pada tahun 2014-2015 yang dipilih secara aklamasi menggantikan KH Sahal Mahfudh yang telah wafat.

10. Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin

KH. Ma'ruf Amin

KH. Ma'ruf Amin merupakan ulama sekaligus politisi yang menjabat sebgai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Beliau lahir pada tanggal 11 Maret 1943 yang pernah menjadi Rais 'Aam Nahdlatul Ulama dari tahun 2015-2018 yang dipilih melalui Muktamar 33 (2015).

11. KH. Miftachul Akhyar

KH. Miftachul Akhyar

KH. Miftachul Akhyar merupakan ulama NU yang sangat berpengaruh. Beliau pernah menjabat sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia pada tahun 2020 dan kemudian mengundurkan diri dari MUI pada tahun 2022 karena Ingin fokus pada Rais 'Aam Nahdlatul Ulama.

Baca juga:

Daftar Ketua Umum PBNU Dari Masa Ke Masa

Beliau Menjadi Ketua Rais 'Aam pada tahun 2018 sampai sekarang yang dipilih melalui:

Aklamasi karena menggantikan KH. Ma'ruf Amin 2018

Muktamar 34 (2021)

Selain Rais 'Aam, berikut daftar Ketua Umum PBNU Dari Masa Ke Masa:

K.H. Hasan Gipo (1926-1929)

K.H. Ahmad Noor (1929-1937)

K.H. Mahfudh Siddiq (1937-1944)

K.H. Nahrawi Tahir (1944-1951)

K.H. Abdul Wahid Hasyim (1951-1954)

K.H. Muhammad Dahlan (1954-1956)

Dr. (H.C.) K.H. Idham Chalid (1956-1984)

K.H. Abdurrahman Wahid (1984-1999)

K.H. Hasyim Muzadi (1999-2010)

Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A. ( 2010-2021)

K.H. Cholil Staquf (2021-2027)

Sejarah Singkat Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama merupakan organisasi kemasyarakatan yang didirikan pada tanggal 31 Januari 1926 oleh KH. Hasyim Asy'ari yang saat ini memiliki anggota terbesar di dunia, jumlah anggotanya kurang lebih mencapai 100 juta jiwa.

Menurut Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama Bab II pasal 4 menjelaskan jika NU dalam menjalankan organisasinya berpedoman pada Al-Qur'an, Hadist, Ijma' dan Qiyas.

Sedangkan NU dalam aqidah menerapkan  faham Ahlus Sunnah Wal Jamaah dalam aqidahnya mengikuti imam abu hasan Al-Asy'ari dan imam abu Manshur Al-Maturidhi.

Dalam Fiqih Nahdlatul Ulama Mengikuti 4 Imam Madzhab yaitu Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i dan Imam Hambali. 

Imam Al-junaidi al -Bagdadi dan Imam Abu Hamid al-Ghazali menjadi rujukan NU dibidang tasawuf.

Tujuan Nahdlatul Ulama

NU memiliki tujuan yang sangat mulia yakni untuk menerapkan ajaran Islam yang Ahlussunah wal Jamaah, Seta bertujuan unutk menciptakan masayarakat yang adil, maslahat dan sejahtera sehingga tercipta rahmat bagi semesta alam

Adapun Langkah yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama untuk mencapai tujuan tersebut yakni:

1. Di Bidang Agama

Dibidang Agama NU akan mengupayakan ajaran islam yang menganut faham Ahlus Sunnah Wal Jamaah

2. Di Bidang Pendidikan

Dalam bidang pendidikan yang dilakukan NU adalah mengupayakan mengupayakan terwujudnya penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran serta pengembangan kebudayaan yang sesuai dengan ajaran Islam untuk membina umat menjadi muslim yang taqwa, berbudi luhur, berpengetahuan luas dan terampil serta berguna bagi Agama, Bangsa dan Negara.

3. Di Bidang Sosial

Selain upaya yang dilakukan di bidang agama dan pendidikan NU juga mengupayakan dibidang sosial yaitu mendorong pemberdayaan di bidang kesehatan, memaslahatan dan ketahanan keluarga, dan pendapingan masyarakat terpinggir.

4. Di Bidang Ekonomi

Di bidang ekonomi NU mengupayakan peningkatan pendapatan masyarakat dan lapangan kerja/usaha kemakmuran yang merata.

5. Usaha Lainnya

Dalam mencapai tujuan organisasi selain melakukan usaha di atas Nahdlatul Ulama juga melakukan usaha lain yaitu dengan melakukan kerjasama dengan pihak dalam maupun luar negeri yang bermanfaat bagi masyarakat banyak guna terwujudnya Khoiru Ummah.