Tidak Hanya Ulama, Ini Peran Pelacur Dalam Kemerdekaan Republik Indonesia

Peran pelacur dalam Kemerdekaan - Sudah banyak yang menulis sejarah seorang Ulama, seorang pedagang, seorang akademisi dan tokoh lain yang berperan penting dalam kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun selain tokoh bangsa tersebut dalam sejarahnya terdapat jasa pelacur dalam kemerdekaan republik Indonesia yang telah kita rasakan sekarang.

Konstribusi Pelacur Dalam Kemerdekaan RI

Ilustrasi peran pelacur

Tulisan ini dibuat bukan untuk mempromusikan pelacur dan bukan jadi pembenar adanya pelacuran melainkan sebagai intropeksi bagi kita jika tidak semua yang kelihatan buruk maka memiliki sikap yang buruk, hal itu terbukti dengan adanya seorang pelacur yang berperan penting dalam kemerdekaan RI.

Banyak kita temui orang yang berpenampilan slami tapi kelakuan tidak mencerminkan penampilannya, dan banyak sekali kita temui orang yang berpenampilan kurang baik tapi memiliki kepribadian yang sangat baik.

Tolong kak, jangan hubungkan penampilan seseorang dengan sikapnya. karena penampilan itu perintah agama, sedangkan sikap saya adalah cerminan diri saya?

Wah, mau protes ceritanya, kalau memang penampialan yang baik itu perintah agama dan anda mengikutinya, kenapa tidak sekalian diikuti dengan perintah untuk berbuat yang baik?

Sudah saya tidak mau berdebat lebih lama, mari kita lanjut pada poin jasa pelacur dalam kemerdekaan republik Indonesia.

 Tulisan ini bermula saat saya membaca buku "BUNG KARNO Penyambung Lidah Rakyat Indonesia" yang di tulis oleh Cindy Adams, khususnya di bagian 8 tentang Mendirikan PNI.

Kuranga lebih seperti ini ceritanya:

Disaat organisasi yang mempelopori gerakan perjuangan kemerdekaan mulai melemah, Soekarno pada tanggal 4 Juni 1927 mendirikan partai PNI (Partai Nasional Indonesia).

Tujuan bedirinya partai PNI adalah kemerdekaan sepenuhnya- Sekarang. Tujuan ini membuat pengikut Soekarno gemetar karena organisasi sebelum-sebelumnya selalu menyembunyikan tujuannya, dengan alasan supaya tidak dihambat oleh pemerintah Belanda.

Walau banyak yang menentang keputusan tersebut karena menganggap masyarakat Indonesia belum siap. Tapi Soekarno dengan tegas mengatakan Indonesia merdeka sekarang.

Dalam hal ini Soekarno memposisikan dirinya sebagai pemberontak sedangkan PNI merupakan tentara pemberontaknya.

Tentu tindakan ini sangat tidak disukai oleh Belanda, sehingga Soekarno selalu diawasi pergerakannya oleh tentara belanda.

Oleh karenanya Soekarno selalu mencari tempat yang aman untuk melakukan pertemuan dengan pimpinan dan anggota partai PNI.

Salah satu tempat yang dipilih oleh soekarno adalah tempat pelacuran yang berada di kota Bandung. Biasanya mereka akan melakukan pertemuan pada jam delapan dan sembilan malam.

Setelah mereka melakukan pertemuan mereka akan keluar sendiri-sendiri ada yang lewat pintu depan. pintu samping sedangkan Soekarno lewat pintu belakang.

Peran Pelacur Dalam Kemerdekaan Indonesia yang Jarang Diketahui

Sudah saya bahas di atas jika yang memiliki peran terhadap kemerdekaan republik Indonesia tidak hanya para ulama, tidak hanya seorang yang terdidik.

Ada pula peran besar dari masyarakat salah satunya adalah peran seorang pelacur dalam Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bahkan dalam sejarah tercatat jika Soekarno menjadikan 670 pelacur sebagai anggota PNI yang kemudian dijadikan tentara terdepan dalam mengelabuhi Belanda.

4 Peran Pelacur Dalam Kemerdekaan Indonesia

Berikut peran pelacur dalam kemerdekaan Indonesia:

1. Penyedia Tempat Rapat

Seperti yang kita singgung di atas,  dalam perjuangannya Soekarno selalu dicegah oleh Belanda dalam melakukan pertemuan dengan pimpinan dan anggota partainya.

Dalam menyiasati hal tersebut dijadikannya rumah pelacuran sebagai tempat rapat yang paling tepat. sehingga Soekarno lebih mudah mencari alasan ketika ditanya oleh tentara Belanda.

2. Mata-mata Perjuangan

"Pelacur merupakan mata-mata paling baik di dunia" itulah ungkapan yang dilontarkan oleh Soekarno dalam buku "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia".

Dalam proses perjuangannya Soekarno menjadikan pelacur sebagai mata-mata untuk mengetahui informasi dari para pejabat Belanda.

Dari Informasi tersebut Soekarno dengan PNI-nya bisa menyusun langkah paling strategis untuk dilakukan sehingga perjuangannya lebih efektif dan terarah.

3. Penggoda Polisi Belanda

Tentu tidak ada cara terbaik yang dapat dilakukan oleh Seokarno untuk melalaikan tugas dari polisi-polisi belanda.

Selain menggunakan jasa para pelacur untuk menggodanya dan membuatnya terbuai dalam kenikmatan dunia.

Disaat mereka lengah disanalah para pejuang bisa melangsungkan pembahasan langkah strategis untuk mencapai kemerdekaan Republik Indonesia.

4. Donatur Perjuangan Partai

Soekarno mengakui jika pada masa perjuangan kala itu, hanya pelacur anggota PNI yang selalu memiliki uang.

Mereka tidak hanya penyumbang kesenangan saja, melainkan penyumbang yang besar.

Selain menyumbangkan Iuran biasa mereka juga biasanya memberikan sumbangan yang ekstra sehingga Soekarno bisa menggunakan dana itu untuk biaya perjuangan kemerdekaan yang di pelopori oleh partainya.

Itulah cerita yang dapat saya bagikan, dari hasil bacaan saya hari ini. Nasehat saya jangan menilai orang dari tampilan luarnya saja dan tak ada cara menilai yang baik, kecuali menilai diri sendiri.