Ciri-Ciri Orde Baru Yang Dirindukan Di Era Reformasi

CIRI CIRI ORDE BARU

Ciri-ciri orde baru yang dirindukan di era reformasi, merupakan judul tulisan yang terinspirasi dari sebuah mobil yang melintas di depan saya yang sedang mengendarai sepeda motor.

Di belakang mobil tersebut terdapat foto presiden soeharto sembari melambaikan tangannya seolah menyapa orang yang melihatnya dengan berkata "Piye kabare, Sek enak jaman ku to?"

Saya yakin orang yang membuat itu sedang merindukan masa orde baru yang dipimpin oleh presiden fenominal yakni Soeharto.

Orde baru adalah sebuah sebutan bagi pemerintahan Presiden soeharto yang bermula dari diterbitnya Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (Supersemar).

Bagi masyarakat indonesia orde baru juga disingkat dengan istilah orba. Dari sekian banyak tragedi yang terjadi di era tersebut, namun entah kenapa, banyak sekali orang yang merindukannya.

Orde baru berlangsung dengan jangka waktu yang sangat panjang yakni 32 tahun. mulai dari tahun 1966-1998

Karena dasar inilah sangat layak jika diartikan orde baru adalah periode kepemimpinan presiden terlama dalam sejarah indonesia.

Ciri Ciri Masa Orde Baru

Masa orde baru dikenal dengan istilah masa terbungkamnya kebebasan berpendapat. Walau banyak sekali terjadi pelanggaran HAM pada masa itu namun ternyata tak membuat masyarakat jera.

Bahkan mereka secara terang-terangan merindukannya dan merasa era orde baru jauh lebih baik dari era reformasi ini

Adapun ciri-ciri masa orde baru sebagai berikut:

1. Pemerintahan Sentralistik

Ciri pertama adalah pemerintahan yang Sentralistik, yang berarti segala urusan pemerintahan di daerah dikendalikan oleh pemerintah pusat.

Hal ini yang menyebabkan korupsi hanya terjadi di pusat. Sedangkan di era reformasi korupsi mengakar kemana-mana.

2. Dwi Fungsi Abri

Dalam pemerintahan orde baru peran militer sangat kuat. ABRI memiliki fungsi ganda alias DWI Fungsi.

ABRI memiliki fungsi sebagai militer dan juga sebagai pemegang kekuasaan serta sebagai pengatur negara.

3. Terbatasnya Pemilihan Politik

Jika hari ini kita melihat partal politik sangat banyak lebih dari puluhan partai maka di era orde baru hanya ada beberapa partai yang bisa ikut kontestasi politik.

Pembatasan ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya ideologi baru yang akan berkembang di Indonesia

4. Pembangunan Besar-besaran

Pada tahun 1988 Indonesia mendapatkan predikat swasembada. hal itu di karenakan oleh pembangunan secara besar-besaran yang membuat perekonomian, usaha dan politik sangat baik.

Dibidang ekonomi dibuktikan dengan tingkat inflasi menurun dan stabinya nilai tukar rupiah.

Adanya isdustri perminyakan, jalan tol, perbankan, penyiaran hingga iklan menjadi bukti perkembangan usaha.

Sedangkan dibidang politik ditandai dengan stabilnya politik seperti pemulihan politik luar negeri yang bebas aktif.

Itulah ciri-ciri orde baru yang dirindukan, namun selain ciri tersebut masih banyak ciri -ciri lainnya. Semoga bermanfaat.