Nasehat Hidup: Cara Menghadapi Bahaya Lingkungan Toxic

Mengatasi lingkungan toxic

Lingkungan toxic adalah sebuah lingkungan yang menyediakan dampak buruk bagi orang yang berada didalamnya. Bagi anda yang hidup dilingkungan toxic akan membuat hidupnya lebih buruk.

Bahaya Lingkungan Toxic

Bahaya lingkungan toxic akan dirasakan bagi anda yang tidak mau membenah ataupun tidak ingin menghindarinya.

Ini beberapa bahayanya lingkungan toxic 

  • Tempat Orang bergosip
  • Perilaku saling pamer
  • Budaya saling menjatuhkan satu sama lainnya
  • Tempat orang saling mengkambing hitamkan
  • Saling iri.
  • Tidak adanya perlombaan menjadi lebih baik.

Cara menghadapi lingkungan toxic

Lantas Bagaimana cara menghadapi Lingkungan toxic?

Cara menghadapi lingkungan toxic sebenarnya setiap orang berbeda-beda bagi anda yang tidak bisa merubah lingkungan itu menjadi lebih baik alangkah lebih baiknya anda keluar dari lingkungan tersebut,

Tapi bagi anda yang tidak bisa keluar dari lingkungan tersebut karena alasan tertentu maka mencobalah untuk membenahnya. jika tidak bisa, maka lakukan hal berikut:

  • Berfikir positif
  • Jangan terpengaruh
  • Atur jadwal harian anda
  • Bergaul sebutuhnya
Untuk lebih jelasnya saya akan membagikan tulisan beberapa tahun lalu tentang menciptakan lingkungan yang membangun.

Berikut tulisan yang saya buat:

***

Ciptakan Lingkungan Yang Membangun

Suatu ketika seorang ayah menyuruh anaknya untuk membeli sebuah minuman yang sama di tempat yang berbeda. Beberapa jam kemudia anak itu datang membawa minuman yang dibelinya. 

Kemudian sang anak menjelaskan kepada ayahnya bahwa minuman yang dibeli tersebut harganya berbeda, minuman yang dibeli di warung harganya 3.000 sedangkan yang dibelinya di supermarket harganya 3.500. Melihat kebingungan sang anak, kemudian ayahnya berkata “Yang menyebabkan perbedaan harga itu adalah lingkungannya nak”.

Mungkin cerita itu sangatlah sederhana. Tapi  jika kita mau berfikir, kita ibaratkan sebuah minuman tersebut, harga kita tergantung dimana kita berada, jika kita berada di tempat seorang pemalas maka besar kemungkinan kita dihargai layaknya seorang pemalas, tetapi jika kita berada di lingkungan orang yang rajin dan berprestasi maka harga kita akan naik layaknya mereka. 

Ada istilah menarik terkait hal ini “jika anda bersama penjual sate maka akan berbau sate, jika anda deket dengan penjual parfum maka anda juga ikut berbau parfum.”

Kulitas anda ditentukan oleh lingkungan anda, banyak sekali teman saya yang awalnya sangat baik, rajin shalatnya namun setelah merantau ia bergul dengan teman yang tidak tepat maka ia berubah menjdi orang yang acuh terhadap agamanya. 

Ada pula orang yang pada awalnya kurang baik, suka minum nimuman keras kemudian berteman dengan orang yang tepat ia menjadi baik dan bahkan sekarang menjadi pengurus salah satu organisasi pemuda islam. 

Begitulah dampak dari lingkungan terhadap kita, jika saya bertanya pada anda, berapakah lingkungan anda menghargai anda sekarang? Jika jawabannya baik maka bertahanlah dan tingkatkan kualitas lingkungan anda, supaya banyak orang yang mampu terpengaruh menjadi lebih baik. 

Tetapi jika jawabannya kurang baik, maka cobalah membenah lingkungan anda jika anda tidak mampu membanahnya maka lebih baik carilah lingkungan yang mampu meningkatkan potensi anda dan mendukung prestasi anda.

Layaknya Rasulullah, yang hijrah ke Madinah di saat kondisi kota Makkah yang kurang mendukung perkembangan dakwah Islam, hingga Islam dapat kita rasakan sekarang, Islam mampu berkembang di penjuru dunia. 

Dari sini sebenarnya kita diajarkan pentingnya berhijrah dari kondisi lingkungan yang kurang baik menuju lingkungan yang lebih baik demi prestasi dan masa depan kita.

Namun terkadang orang kebingungan bahkan tidak sadar jika sedang terkurung oleh lingkungan yang kurang baik. Lantas bagaimanakah kita bisa mengetahui lingkungan toxic? 

Cobalah jawab pertanyaan ini dengan "iya" atau "tidak"

Apakah lingkungan anda sekarang membuat anda tidak sebaik dahulu?

Apakakah lingkungan anda kurang mendukung prestasi anda?

Apakah anda merasa kurang nyaman dengan lingkungan anda sekarang?

Jika yang anda menjawab “iya” maka cobalah untuk membenah lingkungan anda dan jika anda tidak mampu membenahnya saatnya anda hijrah ke tempat yang lebih baik. 

Seperti halnya yang saya lakukan ketika menulis buku pada waktu kuliah dulu, saya memilih menciptkan lingkungan sendiri.

Karena mayoritas teman saya adalah seorang aktivis kampus, anak pencinta motor, dan lain sebagainya. 

Mengingat tujuan kita yang berbeda membuat saya memilih mendekat dengan orang yang sehati dengan saya. Alhasil buku saya selesai lebih cepat. 

Sungguh tidak bisa saya bayangkan jika saya masih tetap berada pada lingkungan yang tidak sama dengan saya, pasti saya tidak bisa menyelsaikan buku dengan cepat. 

Apapun hobi, potensi dan tujuan hidup anda jika anda ingin berkembang pesat maka langkah yang harus kita lakukan adalah carilah lingkungan yang searah dan mendukung potensi kita. Namun dengan catatan tidak harus menjauh dan tidak bersahabat dengan orang yang beda tujuan dengan kita. Sekali lagi “tinggallah di lingkungan yang mampu mendorong potensi dan tujun hidup anda.