Nasihat Hidup: Pentingnya Membaca Untuk Kemajuan Indonesia Mendatang

Sering saya katakan ketika ada komputer dan disebelahnya terdpat secangkir kopi yang agak pahit itu artinya akan ada tulisan lahir di saat itu.

Seperti sekarang yang saya alami, entah kenapa kopi dan komputer menjadi mesin penggelitik jemari ini untuk terus menulis dan menulis.

Untuk menulis maka saya harus membaca, supaya hasil tulisan yang saya buat semakin berkualitas. Oleh karenanya saya mencari referensi untuk menulis hari ini.

Membaca merupakan langkah paling tepat untuk membuka cakrawala berfikir kita, semakin banyak membaca maka pengetahuan kita semakin luas. 

Namun sayangnya manusia Indonesia sangat minim terhadap minat membaca tersebut. Sehingga membuat saya tertarik untuk menulisnya.

Pentingnya Membaca

Adapun tulisan yang saya buat sebagai berikut:

Pentingnya Membaca

Tahukah anda Hukum Archimedes? Bagi anda yang sedang atau sudah mengenyam bangku sekolah mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut, hukun Archimedes digunakan untuk mengukur volume sebuah benda.

Archemedes merupakan seorang ilmuan yang menciptakan hukum tersebut. Sehingga membuat kita lebih mudah menghitung volume dari sebuah benda yang ingin kita hitung. Namun yang mungkin kurang diperhatikan oleh kita adalah bagaimna Hukum Archimedes itu ditemukan?

 Suatu ketika ada seorang raja sisilia beliau ingin mengetahui volume mahkota yang dimilikinya, mengingat bentuknya yang unik serta penuh dengan ukiran membuat raja berfikir mustahil jika mahkotanya bisa diukur, kemudian beliau mendatangkan seorang ilmuan yang bernama Archimedes untuk membantu menghitungnya. 

Mengingat bentuk mahkota itu sarat akan ukiran membuat Archimedes berfikir Panjang. Di kala Ia sedang berendam di bak mandinya, sambil lalu merenungi tugas yang sangat berat untuk dipecahkan, kemudian Ia sedikit bergerak dan air tersebut tumpah. 

Melihat hal itu Archimedes langsung berdiri dari tempat berendamnya dan mengisi bak mandinya sampai penuh, lalu memasukkan kakinya kedalam bak tersebut, airnya kembali tumpah, lalu ia memasukkan semua badannya, alhasil air tersebut tumpah lebih banyak lagi. 

Dari kejadian tersebut Archimedes bertemu rajanya dan menyampaikan penemuannya yang luar biasa tersebut. Ia kemudian mengambil sebuah mangkok lalu mengisinya dengan air dan meletakkan mahkota milik rajanya, kemudian air yang tumpah langsung di simpan di tempat pengukur, sejak itulah mahkota milik raja tersebut mampu dihitung volumenya. 

 Jika kita jeli melihat cerita tersebut, kita akan faham bagaimana seorang Archimedes mampu membaca keadaan di sekitarnya, sehingga ia mampu menemukan ‘hukum Archimedes’ yang membuatnya di kenal oleh dunia. 

Jika kita mengkajinya lebih jauh lagi sebenarnya yang dilakukan Archimedes tersebut sudah dilakukan oleh orang-orang di sekitar kita, namun apa yang membedakan? 

 Archimedes mampu melihat jika kejadian tersebut merupakan sebuah pengetahuan sedangkan kita tidak mampu melihatnya. Ketidak mampuan kita membaca membuat kita semakin tertinggal. membaca merupakan jendela untuk mengetahui dunia. Kenapa demikian? 

Karena suatu bacaan berisi informasi yang ada di penjuru dunia ini. Jika kita enggan membaca maka sudah pasti kita akan ditinggal jauh oleh sahabat-sahabat kita. 

Jika anda seorang pelajar atau mahasiswa apakah yang anda persiapkan sebelum mengikuti kelas? Jika jawabannya tidak menyiapkan apa-apa, maka saya jamin anda akan menjadi pelajar/mahasiswa yang pasif, jika seandainya anda masih bisa aktif maka besar kemungkinan sesuatu yang anda sampaikan kurang berbobot. 

 Selain hal itu, membaca juga akan membentuk kita. Ingatlah, sesuatu yang anda baca akan mempengaruhi hidup anda, jika anda membaca buku motivasi maka anda akan termotivasi jika anda membaca buku sejarah maka anda akan bersimpati atau bahkan ingin menjadi seperti tokoh dalam sejarah itu. 

Maka dari itu bacalah sesuatu yang bermanfaat bagi anda khususnya sesuatu yang mampu meningkatkan potensi anda. kita boleh membaca apapun asalkan kita mampu menyaringnya dengan benar, jika tidak, lebih baik anda membaca segala hal yang berkaitan dengan potensi anda. 

 Lantas apakah yang menjadi daya ukur bahwa bacaan kita itu baik? Apapun buku yang anda baca jika itu membuat anda semakin dekat dengan Allah maka anda telah membaca sesuatu yang benar. 

Jika bacaan yang anda baca semakin menjauhkan anda sama Pemilik alam ini maka perlu dipertanyaan bacaan anda atau cara anda membacanya. Contoh nyata bagaimana pemikiran Karl Marx mampu mempengaruhi Lenin dan Stalin di Rusia dengan ajaran sosialis yang kemudian berkembang menjadi komunis, sehingga mereka menganggap jika agama merupakan candu sosial. 

 Begitulah pengaruh bacaan terhadap kehidupan kita. Secara sengaja atau tidak sengaja sesuatu yang kita baca akan membekas dalam benak kita. Jadilah pembaca yang cerdas, jadikan sesuatu yang kita baca sebagai jalan menuju ridha Allah. 

Perbanyaklah membaca, karena kualitas anda sangat dipengaruhi oleh bacaan anda, jika anda kurang membaca, maka kualitas andapun juga kurang.

Perlu diperhatikan membaca tidak harus kutu buku, dalam keseharian kita bisa membaca, apalagi di jaman sekarang banyak sekali media elektronik yang bisa digunakan untuk membaca. 

 Mungkin tidak berlebihan jika saya menyebutnya dunia berada di genggamanmu, hanya saja kita memanfaatkannya atau malah sibuk dengan hal lain yang kurang bermanfaat. 

Di sini saya membagi membaca menjadi dua cara yakni secara tekstual dan kontekstual membaca secara tekstual mungkin sudah kita sadari, seseorang yang sedang membaca buku dan alat lain yang berbentuk teks merupakan katagori membaca tektual, membaca ini berangkat dari pengalaman orang lain lalu dituangkan lewat tulisan. 

 Sedangkan menbaca kontektual tidak semua orang mampu melakuknnya karena ini merupakan kegiatan membaca dari sesuatu kejadian, keadaan lingkungan dan sesuatu yang kita lihat disekitar kita, baik interaksi antar masyarakat, maupun interaksi dengan alam sekitar. 

 Banyak orang mengatakan membaca itu hal yang membosankan, sebenarnya bukan membacanya yang membosankan melaikan karena kita tidak membiasakan diri dengan membaca itu sendiri, sebenarnya membaca merupakan sesuatu yang sangat nyaman dan mudah, banyak sekali sahabat saya yang menganggap buku adalah pacarnya, sedangkan membaca adalah kemesraannya. 

Tahukah anda kenapa Indonesia masih menjadi negara tertinggal? beda dengan Jepang, Amerika Serikat, dan Jerman?

Jawabannya karna pemuda Indonesia disibukkan dengan game dan kegiatan yang kurang produktif lainnya, sedangkan di negara Jepang, Amerika Serikat dan Jerman lebih bersahabat dengan kegiatan membaca, coba kita bandingkan apa yang dilakukan oleh warga Indonesia ketika sedang antri panjang, dengan apa yang dilakukan oleh warga negara yang lain? 

 Tidak perlu saya sebutkan anda sudah faham maksud saya, bukan? Dari situlah sangat wajar jika negara ini termasuk negara paling rendah minat bacanya di Asia. 

 Oleh karenanya, mari kita tingkatkan minat baca di negara ini, kita mulai dari diri kita sendiri, bacalah sesuatu yang mampu membangun jiwa, dan pintarlah menyaring bahan bacaan anda. Saya sangat optimis jika Indonesia akan menjadi negara maju asalkan pemudanya saat ini mampu berfikir maju. 

Semakin banyak bacaan yang anda baca maka akan semakin luas cakrawala berfikir anda, dan jika semakin luas cakrawala berfikir anda maka semakin dekat dengan kesuksesan anda.


Itulah Tulisan Pentingnya membaca untuk meningkatkan kualitas bangsa Indonesia kedepan, Jadilah manusia berkualitas dengan membaca!