Strategi Menang Pilkades Tanpa Uang 100% Berhasil Di Madura

Strategi menang pilkades tanpa uang

Anda ingin jadi kepala desa? Atau anda merupakan tim sukses dari kepala desa yang ingin menang pilkades? Namun, modal kampanye yang dimiliki tidak cukup untuk membeli suara warga, maka yang anda perlukan adalah strategi menang pilkades ini.

Sebentar dulu, kenapa kok ada istilah membeli suara warga, bukannya money politik itu dilarang?

Wah makin kritis saja pertanyaannya, memang secara hukum money politik itu dilarang dan pelakunya bisa dipidana lo. 

Hal ini berdasarkan pada Undang-undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 pasal 523 ayat (1) sampai ayat (3). Dalam UU tersebut dibagi menjadi tiga kategori yakni money politik pada masa kampanye, masa tenang dan saat pemilihan.

Sudah faham kok menggunakan kalimat membeli suara warga?

Anda ini, kayak orang tidak tahu politik saja, memang secara hukum dilarang tapi secara praktik, apakah tidak ada? Tentu saja Jawabannya banyak hehe.

7 Strategi Menang Pilkades Tanpa Uang

Seperti halnya dengan perang, jika anda ingin menang maka anda harus memiliki strategi yang jitu. Berikut strategi menang pilkades 100% berhasil

1. Pastikan Memenuhi Persyaratan

Hal dasar yang harus dipastikan saat kita ingin mencalonkan diri menjadi kepala desa adalah memastikan jika kita sudah memenuhi syarat pencalonan.

Adapun syarat mencalonkan kepala desa sebagai berikut:

  • Kewarganegaraan Indonesia
  • Beriman dan bertaqwa pada Tuhan yang Maha esa
  • Bersedia selalu memegang teguh dan mengamalkan pancasila dan UUD 1945, Serta bersedia memelihara dan mempertahankan keutuhan NKRI (Negara kesatuan Republik Indonesia) dan Bhineka Tunggal Ika.
  • Memiliki ijazah paling rendah SMP sederajat.
  • Memiliki Usia setidaknya 25 tahun ketika mendaftar.
  • Siap dan bersedia dicalonkan atau mencalonkan kepala desa.
  • Tidak dalam menjalankan hukuman penjara karena kasus pidana
  • Syarat selanjutnya adalah tidak pernah dijatuhi pidana penjara oleh pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara, kecuali setelah selesai dihukum anda bersedia mengumumkan kepada publik jika pernah dipenjara dan tidak akan mengulanginya kembali alias tidak akan terulang kembali.
  • Memiliki hak pilih dan tidak sedang dicabut berdasarkan putusan pengadilan yang dapat mengikat dan mempunyai kekuatan hukum tetap.
  • Setelah ditetapkan sebagai calon bersedia untuk tidak mengundurkan diri.
  • Bebas dari narkoba dan sehat jasmani dan rohani
  • Belum menjabat sebagai kepala desa selama 3 periode berturut-turut atau tidak.

2. Minta Restu orang berpengaruh

Setelah dipastikan jika syarat sudah terpenuhi, selanjutnya yang paling penting adalah meminta restu pada orang yang berpengaruh di desa anda.

Orang berpengaruh bisa dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh blater dan lain sebagainya.

Jika secara serentak mereka mendukung anda maka saya berani jamin anda akan menang pilkades tanpa uang.

Kenapa demikian?

Karena mayoritas masyarakat akan menentukan pilihannya sesuai dengan instruksi para sesepuh yang berpengaruh di desanya.

3. Mengenal Lawan

Jika anda sudah memiliki izin dari tokoh, namun ternyata masih ada lawan maka strategi selanjutnya adalah mengenali lawan anda.

Saran saya jangan pernah menganggap remeh lawan politik anda, karena akan membuat anda lengah dan saat anda lengah maka disaat itulah kesempatan terbuka bagi lawan anda untuk masuk pada orang-orang kepercayaan kita.

Cari informasi terkait lawan, lalu petakan kekurangan dan kelebihannya. Kemudian kita maksimalkan pada diri kita.

4. Membantu Masyarakat

Masyarakat madura sangat identik dengan tolong menolong, jadi jika kita menolong warga yang kesusahan maka besar kemungkinan mereka akan membantu kita dalam proses pemilihan kepala desa.

Adapun bantuan yang bisa anda lakukan seperti ketika warga kesulitan saat masuk ke rumah sakit karena BPJSnya tidak aktif maka hadirlah dan aktifkan kembali nomor BPJS warga, dan bantuan lainnya.

Sebagai catatan jangan mulai membantu masyarakat ketika anda sudah menjadi calon kepala desa, karena masyarakat pasti melihat anda membantu tidak tulus alias ada maunya, tapi bantulah masyarakat 3 sampai 4 tahun sebelum pilkades berlangsung, dengan kata lain Nanem Beccek.

5. Tentukan Peta Politik

Selanjutnya yang harus anda lakukan adalah menentukan peta politik anda, dengan cara memilah dimana basis suara lawan dan dimana basis suara anda.

Jika setelah dikalkulasi oleh anda dan tim ternyata basis suara lawan lebih banyak maka carilah celah untuk merebut suara lawan.

Masalahnya, merebut suara lawan itu tidak mudah bung?

Siapa bilang gampang? maka dari itu cari celahnya, ajak tokoh di wilayah tersebut melakukan kontrak politik dengan anda yang lebih menguntungkan dari lawan anda, jika hal itu masih belum bisa, coba anda analisa lagi apa celah terbesar supaya anda bisa diterima di wilayah tersebut dan maksimalkan.

6. Rangkul Saudara

Hal yang tak kalah pentingnya adalah merangkul saudara yang sedarah dengan kita, jangan pedulikan orang berkata "kalau mau nyalon semua saudaranya di akui" tetap fokus dengan niat baik kita yakni mengabdi untuk desa.

Jika kita bisa merangkul saudara maka manfaatnya sangatlah besar apalagi jika kita memiliki saudara yang banyak, selain menjadi lumbung suara mereka akan menjadi tim sukses kita yang betul-betul bekerja untuk mengangkat derajat keluarganya.

7. Memaksimalkan Media Sosial

Strategi terakhir adalah bangun citra diri anda melalui media sosial. Media sosial sekarang ini menjadi candu bagi masyarakat termasuk masyarakat yang berada di desa anda.

Rutinlah mempublikasi kegiatan positif anda, dan menawarkan program kepada masyarakat jika anda terpilih nantinya melalui media sosial karena hal itu lebih mudah anda lakukan.

Jika 6 (enam) strategi tersebut sudah anda lakukan dengan baik maka saya jamin anda akan menang pilkades di Madura tanpa uang. Jika anda masih kalah itu artinya anda tidak ditakdirkan menjadi kepala desa di periode kali ini.

Tetap semangat berdesa!