Ingin Sukses? Kuncinya Hanya Dekat Dengan Allah

dekat dengan Allah

Ada pepatah menarik “barang siapa ingin sukses maka dekatlah dengan Allah” kata ini bukanlah sembarang kata ini merupakan sebuah kunci yang harus dipegang oleh setiap orang yang beriman.

dekat dengan Allah merupakan suatu anugerah yang dimiliki oleh setiap manusia yang berada di muka bumi ini semakin kita dekat maka kita akan semakin memperbesar peluang sukses kita.

Analoginya seperti ini, jika kita ingin memiliki persedian air yang cukup, maka dekatilah sumber mata air, berikut beberapa kisah mengenai hal tersebut:

Suatu ketika adik saya yang bernama Yusuf menangis saat meminta uang pada ibu dan bapak. Kemanapun orang tua pergi ia selalu menghampirinya dan selalu berkata “Buk minta uang, ayolah Pak, pengen beli jajan” ucapannya dengan penuh harap pada kedua orang tua yang melahirkan dan membesarkannya. 

Ibuk sama bapak bukan tidak mau memberi adik saya yang kecil itu uang, melainkan karena jatah jajan Yusuf sudah habis, ditambah kurangnya ekonomi keluarga menjadi salah satu alasan terkuat tidak memberi adik bungsu saya itu uang. 

Namun adik saya tidak pernah menyerah, segala cara ia lakukan termasuk menarik-narik baju orang tua yang posisinya tepat di sampingnya. Berkat usahanya tersebut akhirnya ibu mengambil keputusan untuk meminjam uang terlebih dahulu kepada tetangga lalu diberikannya pada yusuf.

Cerita selanjutnya saya dapatkan dari salah satu orang tua teman saya, yang kebetulan sekarang menjadi PNS di Dinas Perhubungan Wilayah Jawa Timur. 

Beliau bercerita jika keberuntungannya tidak pernah ia duga sama sekali, mengingat kemampuan dirinya yang masih minim, bahkan menurutnya ia mendapatkan ijazah SMA karena mengikuti program paket C, namun ia orangnya jujur, karena kejujurannya ia diangkat sebagai supir pribadi oleh kepala dinas kala itu.

Kedekatan dan loyalitasnya pada pimpinan kemudian ia diberi kesempatan untuk melamar menjadi PNS, Alhasil ia diterima dan menjadi salah satu pegawai negeri sipil yang ada di negara ini.

 Dari kedua kisah tersebut, dapat kita simpulkan jika mendekati orang yang lebih sukses akan mengantarkan diri kita pada kesuksesan yang kita inginkan. Adik saya mendekati orang tua yang menurutnya kala itu hanya merekalah yang dapat dimintai uang. 

Orang tua teman saya juga sangat diuntungkan oleh kedekatannya dengan kepala dinas, yang awalnya hanya seorang supir dengan pendapatan tidak menentu,  akhirnya sekarang menjadi seorang pegawai negeri sipil. 

Walaupun menjadi seorang PNS bukanlah hal yang bisa dibanggakan secara ekonomi namun beliau sangat bersyukur karena dengan begitu ia bisa menyekolahkan anak-anaknya dan mencukupi kebutuhan keluarganya.

 Mendekati manusia bisa berdampak demikian, lantas bagaimanakah jika kita mendekati Sang pemilik kesuksesan?. Bukankah Dia yang memberi rezeki pada hewan yang ada di dalam tanah? 

Bukankah Dia yang selalu memberi kita kenikmatan dimanapun kita berada? Setiap manusia yang ada di dunia ini sebenarnya sangatlah fakir, karna kasih sayang dan cinta dari Allahlah mereka mendapatkan keberlimpahan nikmat baik harta, kehormatan ataupun kesehatan.

 Semakin diri kita dekat dengan Allah maka akan semakin cepat kita meraih kesuksesan. Kenapa demikian? karena orang yang dekat dengan Allah, segala sesuatunya akan dijaga olehNya baik pikirannya, ucapannya maupun perilakunya. 

Sangat tidak mungkin pemuda yang dekat dengan Allah akan sibuk berfoya-foya, membuang waktunya tidak jelas dan segala bentuk aktivitas yang tidak mengandung nilai manfaat lainnya. 

Pemuda yang dekat dengaN nya akan disibukkan dengan hal yang positif seperti menolong orang lain, berkarya untuk berdakwa, dan segala jenis kegiatan yang bernilai positif lainnya. 

Dengan kegiatan yang demikian inilah maka akan sangat membantu bahkan akan menjadi pendorong terkuat kita meraih kesuksesan yang kita inginkan.

 Namun sebagai pemuda yang baik tidak akan menganggap kesuksesan berupa materi saja, melainkan Kesuksesan tanpa batas, yakni bertemu langsung dengan Pencipta alam ini, untuk bisa meraih kesuksesan kedua-duanya baik kesuksesan di dunia yang berupa materi dan kesuksesan akhirat. 

Syarat yang paling mendasar dan harus betul-betul dilakukan oleh kita adalah mendekati pemilik kesuksesan itu sendiri tanpa sedikitpun keraguan.

 Ketika kita jauh denganNya maka malapetaka lah yang akan datang menghampiri diri kita, jauhnya kita sama Allah, selain mengancam kehidupan di akhirat, juga mengancam kehidupan kita di dunia ini, orang yang jauh dengan Allah sangat berpotensi gelisah di setiap harinya, terasa bingung ketika dihadapkan dengan cobaan dan rintangan hidup, serta memilih kegiatan yang dilarang oleh Allah untuk menjadi hiburannya. 

Orang yang jauh dengan Allah lebih berpotensi menghalalkan berbagai macam cara untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, tidak peduli apakah itu dilarang, merugikan orang banyak dan tidak mempertimbangkan tindakannya bernilai manfaat atau tidak. Baginya yang terpenting adalah keinginannya bisa terpuaskan.

 Coba anda hitung berapa banyak kasus korupsi yang menjerat pejabat kita? Berapa banyak uang negara yang diambil olehnya? Apakah mereka orang bodoh? Tentu tidak. 

Mereka orang yang memiliki pengetahuan yang tinggi namun minimnya iman membuatnya jauh dari Allah yang akhirnya melakukan kegiatan tidak terpuji tersebut. umat Islam yang dekat dengan Allah akan selalu takut mengambil sesuatu yang bukan haknya. 

Mereka merasa di setiap hembusan nafasnya selalu diawasi oleh Allah SWT. Beda halnya dengan mereka yang jauh dari Allah. Mereka akan kehilangan urat malunya, yang ada dalam pikirannya hanyalah kesenangan dirinya dan golongannya. 

Alhasil apa yang terjadi? Mereka selain dikenal jelek nama baiknya oleh masyarakat mereka diancam masuk neraka di akhirat kelak.

Dari kejadian tersebut, sudah selayaknya kita sebagai generasi penerus bangsa ini untuk mendekat kepada Allah, karena jalan paling tepat meraih kesuksesan adalah mendekati pemilik kesuksesan itu sendiri. 

Jika kita lapar dan kita tidak punya bekal untuk makan maka dekatilah orang yang yang memiliki jatah makanan dan ketika kita haus sedangkan kita tidak memiliki air maka dekatilah orang yang memiliki air minum, begitulah logika sederhananya. 

Bagi anda yang ingin mendapatkan kesuksesan dunia akhirat maka dekatilah Allah sang pemiliknya. Lantas bagaimanakah caranya supaya kita semakin dekat dengan Allah? Tidak ada cara paling utama selain menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya. 

Jika kita bisa konsisten demikian, maka anda adalah calon orang sukses baik dunia dan akhirat kelak. Insya Allah.