Jangan Memikirkan Diri Sendiri Tapi Pikirkan Nasib Orang Lain

Memikirkan nasib orang lain

Jika kita memikirkan nasib diri sendiri maka  akan dikasih sesuai kebutuhan kita, tapi jika memimpikan nasib orang lain maka kita akan dikasih lebih.

Kata kata itu saya dapatkan ketika bertemu dengan salah satu pengusaha sukses di daerah kelahiran saya. Jika kita ingin memiliki rezeki berlimpah maka pikirkan nasib orang lain dengan membuka kran rezekinya.

Mengenai tulisan ini saya teringat dengan tulisan saya saat kuliah dulu  kurang lebih seperti ini tulisannya:

Jangan Egois 

Banyak sekali orang beranggapan untuk menjadi sukses kita harus berfikir apa yang akan kita dapatkan, tanpa memikirkan sudah baikkah cara yang kita lakukan. 

Orang dengan pola pikir seperti ini akan menghalalkan segala cara untuk meraih kesuksesan pribadinya. Sikap itulah yang saya sebut egois. Egois merupakan sebuah tindakan yang dilakukan oleh orang tanpa memperhatikan orang lain. 

Atau dengan bahasa yang lebih sederhana “Yang penting saya sukses, biarkan yang lain gagal” padahal jika disadari hal itu  merupakan sumber dari kegagalannya. 

memikirkan nasib orang lain 1

Pikirkan Nasib Orang Lain - Perlu anda catat, untuk meraih kesuksesan luar biasa tidak cukup kita bicara tentang diri kita  tetapi kita juga dituntut untuk bicara tentang mereka.

 Ada kisah menarik ketika saya berusia sekitar 10 tahun tepatnya saat saya duduk di Sekolah Dasar. Seperti biasa di setiap kelas pasti ada anak yang lebih dominan menguasai mata pelajaran, sebut saja, lebih cerdas dari yang lain. 

Begitulah kelebihan yang dimiliki oleh teman kelas saya. tetapi sayang, kecerdasan yang dimiliki olehnya malah membuat dia dijauhi oleh teman-temannya. 

Faktor yang menyebabkan ia kurang disukai adalah dia selalu memikirkan dirinya tanpa memperdulikan temannya yang lain. pernah di suatu waktu guru matematika kami memberi kami tugas untuk dikerjakan di rumah (PR). 

Mayoritas siswa di kelas tidak memahami penjelasan sang guru, kemudian memilih untuk belajar bersama dengan siswa yang paling cerdas tersebut. Ketika teman-teman mendatangi rumahnya, dia menolak, dengan alasan “Tidak paham”.

Padahal sebenarnya dia takut disaingi kecerdasannya oleh yang lain, karena sikapnya, dia tidak memiliki teman bermain yang akhirnya membuat dia frustasi sehingga nilai akhir sekolahnya semakin menurun dan terus menurun.

Suatu ketika saya dan teman saya bepergian dalam rangka mengisi waktu libur kuliah, di tengah perjalanan kami merasa lapar dan kami memilih warung yang sepi biar tidak terlalu lama mengantri. 

memikirkan nasib orang lain 2

Hingga akhirnya kami menemukan warung yang kami cari tersebut, tempatnya di pinggir jalan dengan kondisi bangunan yang mulai tak terbentuk (rusak). Kita memesan dua nasi dan dua minuman. 

Ketika kami usai menyantapnya saya coba mendekati penjualnya yang tak lain merupakan ibu-ibu yang usianya sekitar 45 tahunan. Ketika saya tanya harga dua piring nasi dan dua gelas es teh yang kami pesan, sungguh jawabannya sangat mengejutkan harga kedua pesanan kami di atas batas wajar, atau dengan bahasa lain harganya setara dengan makanan di restoran elit. 

Tanpa protes saya membayar dan segera pergi dari warung tersebut.  Satu minggu kemudian, saya melewatinya lagi, ternyata warung itu tutup. Bahkan berkali-kali saya lewat warung itu tetap saja dalam kondisi tertutup (tidak jualan).

 Kisah selanjutnya datang dari sepasang kekasih. Miya dan Arif, pada awal usia pernikahan mereka sangat bahagia, hari-harinya dipenuhi canda dan tawa. Hingga akhirnya mereka dikaruniai dua orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan. 

Karena keduanya tidak memiliki pekerjaan, kedua anaknya kemudian dititipkan pada orang tua sang istri. Semakin hari hubungan keduanya semakin tidak karuan. 

Hal itu bermula, dari sikap suami yang mulai seenaknya sendiri. keluyuran tidak jelas, tidak memikirkan kondisi sang istri dan kedua anaknya. 

memikirkan nasib orang lain 3

Meski diingatkan ia tidak menghiraukan sama sekali. Pernah suatu hari sang suami bekerja dan hasil dari pekerjaannya dibuat main-main. 

Melihat kondisi suami yang semakin tidak jelas sang istri minta izin pada sang suami untuk mencari kerja untuk membiayai kedua anaknya, dan suaminya pun mengizinkan sang istri. Menjelang beberapa bulan sang istri mulai berpenghasilan. 

Namun uang yang dihasilkan istrinya diambil dan dibuat untuk kesenangan dirinya. Berkat sikapnya, sang suami dibenci oleh mertua dan kedua anaknya, hubungan mereka pun berakhir di meja hijau.

Dari kisah sederhana tersebut dapat kita ambil hikmah. Bahwa keegoisan akan menjatuhkan diri kita serta menjatuhkan karir yang kita bangun. 

Mungkin banyak sekali kita mengalami kegagalan lantaran sudut pandang yang kita bangun masih soal diri kita, tanpa melibatkan mereka. 

Banyak sekali pengusaha yang memilih berhenti lantaran kegagalan usahanya tanpa berfikir apakah penyebab kegagalan lalu mencoba memperbaikinya. 

Banyak sekali pemuda yang gagal membangun hubungan karena menuntut pasangannya mengerti dirinya tanpa usaha untuk mengerti pasangannya. 

Banyak sekali orang mengeluh menjadi seorang guru lantaran gaji yang diterimanya tanpa berfikir manfaat yang diberikan terhadap anak didiknya. 

Bong Chandra dalam bukunya Unlimited Wealth menyatakan sesuatu yang unik “Berfikir untuk diri sendiri adalah awal dari kemiskinan”. 

Jika kita berpikir tentang orang lain maka orang akan berpikir tentang kita, dan jika kita berpikir tentang diri kita maka orang lain akan berfikir tentangnya. 

memikirkan nasib orang lain 4

Mungkin hal itu dapat mewakili apa yang dilakukan oleh Marissa Mayer yang tak lain merupakan perempuan yang menjadi CEO di perusahaan besar dunia ‘Yahoo.’ Yahoo yang pada awalnya mengalami permasalahan yang sangat pelik, khususnya terkait masalah finansial membuat buruknya perkembangan perusahaan.

Hal tersebut membuat Mereka harus putar otak, setelah dia mengetahui latar belakang terjadinya penurunan prestasi perusahaan. 

Dia kemudian mengambil beberapa kebijakan yang dinilai sangat tepat, diantaranya merubah kebijakan cuti hamil, dan memberi tunjangan bagi ibu yang sedang melahirkan. Kebijakan tersebut berpengaruh terhadap meningkatnya kualitas kinerja setiap karyawannya.  

Alhasil pada tahun 2013 saham Yahoo mengalami kenaikan dua kali lipat sejak 14 bulan dipimpin oleh Marissa.

Apa yang dilakukan Merissa merupakan sebuah tindakan yang sangat luar biasa. Dia memotivasi bawahan dengan memberikan sesuatu yang menguntungkan bagi karyawannya setelah itu tanpa harus mengeluarkan energi banyak karyawannya terdorong hatinya untuk melakukan pekerjaan terbaiknya. 

Sekali lagi saya katakan “Jika kita berpikir tentang orang lain maka orang akan berpikir tentang kita. Dan jika kita berpikir tentang diri kita maka orang lain akan berfikir tentangnya”.

Sebenarnya jika ingin mengetahui apa yang membedakan antara orang egois dengan tidak, Cukup sederhana. Orang yang tidak egois akan berpikir “Apa yang bisa saya beri,” sedangkan orang yang egois akan berpikir “Apa yang saya terima”. 

Dari kedua pola pikir ini akan menjadi pedoman yang akan menuntun mereka saat berhubungan dengan orang lain. dan ingat tidak ada ceritanya orang egois disukai oleh orang lain. dan egois juga akan menjadi penghalang bagi kesuksesan anda.

Andrew Carnegie yang merupakan orang terkaya di zamannya berkata “Cara terampuh untuk sukses bukan mensukseskan diri melainkan mensukseskan orang lain“. 

Begitu pula dengan diri anda jika anda ingin sukses maka sukseskan orang yang ada di sekitar anda. jika anda seorang pengusaha maka bantulah karyawan anda untuk sukses, jika anda seorang pemimpin di sebuah organisasi maka bantulah anggota anda untuk menjadi kader yang terbaik, dan jika anda seorang penjual makanan maka niatkanlah untuk membantu orang yang sedang kelaparan. 

Yakinlah! Dengan begitu Insya Allah hasil yang anda dapatkan akan jauh lebih besar dari pada yang anda perkirakan.

Maka dari itu, mulai hari ini mari kita ubah pola pikir kita yang awalnya untuk kita, menjadi untuk sesama, bukankah sebaik-baiknya hamba adalah yang bermanfaat bagi sesamanya? 

Janganlah sibuk memikirkan kantong pribadi anda karena kantong itu terlalu kecil, dan anda pun akan menjadi orang kecil. Tetapi jika anda memikirkan kantong yang lebih besar yang mana didalamnya terdapat beberapa kantong orang lain maka DIRI ANDA akan menjadi orang BESAR.