Juallah Diri Anda untuk Meraih Kesuksesan

mendengar hal itu saya tersenyum lalu menjawab “Juallah Diri Anda” sontak semua peserta terdiam dengan raut muka kebingungan...

 Juallah Diri Anda

Di saat saya mengisi acara Training Motivasi di sebuah Organisasi di kampus tempat saya kuliah, saya diberi beberapa menit untuk menyampaikan materi, kemudian peserta training diberi kesempatan bertanya.

Nampak di pojok belakang seorang mahasiswi angkat tangan lalu moderator mempersilahkannya untuk bicara ”Mas, apa yang harus kita lakukan supaya kita meraih kesuksesan?” mendengar hal itu saya tersenyum lalu menjawab “Juallah Diri Anda” sontak semua peserta terdiam dengan raut muka kebingungan. 

Dalam diamnya saya menyampaikan “Kita tidak mungkin bisa meraih kesuksesan jika tidak menawarkan kemampuan kita pada orang lain”.

Begitulah yang dilakukan oleh pedagang di pasar, untuk meraup keuntungan mereka terlebih dahulu memperkenalkan produknya kepada calon pelanggannya,  saat ada kecocokan kemudian terjadilah transaksi jual-beli antara yang memiliki barang dengan yang memiliki uang.  

Mari kita berpikir sederhana saja, jika tidak ada penjual, mungkinkah terjadi transaksi jual-beli di pasar tersebut? Pasti jawabannya tidak mungkin, bukan?

Berbicara tentang jual beli di pasar, saya teringat waktu saya kuliah semester satu, kala itu saya bersama teman seperjuangan berjualan sayur di pasar Bangkalan, karena masih belajar, awalnya kita sangat malu untuk menjajakan sayur pada orang yang lalu lalang di depan kita, 

Alhasil, sayur yang kita bawa sama sekali tidak laku. Karena ketidak beranian saya menjual sayur tersebut membuat pelanggan tidak ingin menghampiri sayur yang kita jual. 

Karena kejadian itu, kita mengevaluasi penyebab tidak lakunya jualan kita. Kita sepakat penyebab terbesar adalah ‘ketidakberanian menjual’.

Begitupun anda,  untuk bisa meraih kesuksesan anda harus menjual ‘diri anda’ layaknya seorang PSK, tetapi yang anda jual bukan harga diri, melainkan potensi yang tertanam dalam diri anda, perlu disadari potensi anda tidak akan pernah dihargai jika anda tidak menawarkannya kepada orang lain.

Dalam penawaran ada dua hal yakni secara sengaja dan tidak sengaja. Penawaran secara sengaja seperti melamar pekerjaan, memberi kartu nama dan menceritakan tentang anda.

Penawaran secara tidak sengaja seperti ketika anda sedang bernyanyi tanpa anda sadari ternyata ada orang yang merekam anda kemudian menyebarkan rekaman ke media sosial, yang akhirnya berbuah kesuksesan bagi anda.

Seperti apapun caranya, juallah diri anda, jika anda memiliki kemampuan akting maka cobalah mendaftar menjadi aktor, atau membuat film sendiri yang kemudian viralkan di media sosial.

Jika anda memiliki kemampuan bermain sepak bola cobalah mendaftarkan diri pada club-club sepak bola, jika anda memiliki pengetahuan yang luas cobalah anda tawarkan kemampuan anda pada sekolah atau perguruan tinggi, dan jika anda memiliki potensi menulis maka cetaklah menjadi buku. 

Ingat! apapun kemampuan anda teruslah tawarkan pada orang lain. sekali anda lengah maka anda akan tertinggal jauh oleh para pesaing anda.

Namun perlu anda ingat kualitas diri anda sangat menentukan daya jual anda. seekor kambing tentu akan dijual lebih murah dari pada sapi, seekor unta akan lebih mahal dari pada seekor sapi. 

Jika kemampuan anda masih setingkat kambing maka orang lain akan membayar anda seharga kambing, dan jika kualitas anda layaknya seekor unta maka orang lain akan menghargai anda layaknya harga unta.

Jika kemampuan anda seharga sapi, maka anda tidak akan dibayar dengan harga kambing ataupun unta. Begitulah hukum menghargai yang berlaku di dunia ini. Hargailah diri anda dengan layak maka orang lain akan menghargai anda dengan layak pula.

Oleh karenanya, jika anda ingin meningkatkan daya jual anda maka tingkatkanlah kualitas hidup anda. setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas dirinya yakni setiap hari 24 jam. 

Hanya orang yang memiliki target dan kemauan mencapainya yang akan dinobatkan sebagai pemenang, dan jika sudah menjadi pemenang maka anda akan dijual dengan harga yang lebih mahal dari biasanya.

Saya teringat dengan salah seorang teman, ia merupakan seorang motivator di daerah jawa timur, pada saat itu saya mengundang beliau dengan bayaran yang tidak seberapa, kemudian dia sangat bersemangat mengembangkan kemampuannya, saya sering lihat ia mengisi acara motivasi bahkan ia memiliki pelatihan tersendiri. 

Alhasil beberapa tahun setelah itu saya ketemu beliau, tanpa rasa malu saya tanyakan tarif jika ingin mengundangnya, sungguh luar biasa beliau dibayar dengan harga yang jauh lebih mahal dari pada waktu saya mengundangnya. Dari ceritanya dapat kita simpulkan jika semakin tinggi kualitas kita maka akan semakin mahal daya jual kita.

Namun sayangnya tidak semua orang mampu “menjual diri’ mereka dengan baik. Banyak sekali orang yang puas dengan harganya sekarang, bahkan banyak sekali orang yang sibuk mengubur kemampuannya, atau mungkin sekarang anda dalam kondisi tersebut? Jika, iya. Maka bertaubatlah. 

Kendala  dalam Menawarkan Kualitas Dirinya

Berikut ini beberapa kendala yang menghambat daya jual diri kita:


1. Kurangnya Kemampuan


Sengaja tidak saya tulis poin satu ini dengan “tidak memiliki kemampuan’ karena setiap orang terlahir dengan kemampuannya masing-masing, makanya saya tulis kendala pertama yakni ‘Kurangnya kemampuan diri’. Alasan ini merupakan alasan yang sangat kuat kenapa orang tidak mau menawarkan diri pada orang lain. 


Bagaimana mungkin kita bisa jadi seorang ustadz yang hebat jika ilmu agama kita masih dangkal, bagaimana mungkin kita bisa menjadi aktor hebat jika tidak bisa berakting, dan bagaimana mungkin kita bisa menjadi penulis dan motivator hebat jika tidak memiliki ilmu menulis dan public speaking yang baik.

 

Namun jangan terlalu khawatir, alasan pertama ini masih bisa anda tuntaskan dengan cara belajar pada buku-buku atau orang yang dinilai mampu. Belajarlah sungguh-sungguh dengan begitu kualitas diri anda akan semakin meningkat. Ingat! belajarlah sungguh-sungguh.

 

2. Tidak percaya dengan kemampuan    

Kendala kedua ini, sangat lumrah kita temui di sekitar kita, orang dengan kondisi ini diibaratkan seekor singa yang sedang tidur. Segarang apapun singa jika ia tidur maka ia tidak bisa apa-apa. 

Begitupun anda, sepintar dan seahli apapun anda jika tidak percaya dengan kemampuan anda, maka tidak akan terjadi perubahan besar dalam diri anda. seperti yang sudah saya sampaikan pada bagian sebelumnya, jika anda tidak yakin dengan kemampuan anda bagaimana mungkin orang lain akan percaya dengan kualitas diri anda.

 3. Takut Ditolak

Takut ditolak merupakan sikap dimana pikiran kita sedang dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, kenapa demikian? karena orang dengan sikap ini lupa akan jati dirinya. bukankah setiap manusia dilahirkan dengan jatah gagalnya masing-masing? 

Lantas kenapa kita takut ditolak, kenapa kita takut gagal? Ingat ini, semakin sering anda ditolak oleh orang lain semakin dekat anda dengan kesuksesan.

Ketiga penghambat itu merupakan bentuk kesadaran diri kita pada kondisi sekarang, dan berbahagialah anda yang merasakan hal itu, karena dengan begitu anda tahu mana yang harus dibenah dalam hidup anda. 

Jika anda merasa kemampuan anda kurang, maka berbenahlah, tingkatkan kualitas anda dengan belajar menjadi lebih baik, jika anda tidak yakin dengan kemampuan anda, saatnya anda merubah pola pikir itu, karena orang sukses berangkat dari keyakinan pada diri sendiri. dan takut ditolak sama halnya dengan takut sukses. 

Kenapa demikian karena keduanya ibarat dua keping mata uang yang saling melengkapi satu sama lainnya. Kesimpulannya jangan jadikan kendala tersebut sebagai penghambat proses anda menjual diri.

Teruslah ‘menjual diri’ anda, anda adalah iklan terbaik bagi anda, semakin sering anda menawarkan kemampuan pada orang lain maka semakin dekat anda dengan kesuksesan.

Janganlah jadi produk gagal, karena produk gagal sedikit peminatnya, jadilah produk yang istimewa, yang akan dicari oleh orang dimanapun keberadaannya. Jika anda sudah mampu menjual maka kesuksesanlah yang akan mengejar anda.

 


Saya adalah Saya