Motivasi Hidup Kurangi Banyak Alasan Jika Ingin Sukses

Motivasi hidup kurangi banyak alasan

Motivasi hidup jangan banyak alasan - Saat itu saya sedang duduk di bangku SMK kelas sebelas, sebagai ketua osis saya sangat dekat dengan guru-guru, tak jarang mereka memberi nasehat pada saya ketika akan melaksanakan acara. 

Baca juga: Kunci Sukses, Jangan Sia-siakan Peluang di Depan Mata

Salah satunya adalah nasehat dari bapak Jufri “jika engkau ingin sukses, konsumsi kata ‘meskipun’ dan kurangi kata ‘karena’. 

Melihat saya yang masih kebingungan tanda tak faham beliau melanjutkan pembicaraannya “kata ‘meskipun’ merupakan kata yang digunakan oleh orang yang ingin menggapai kesuksesan hidup, sedangkan kata ‘karena’ merupakan kata para pecundang yang selalu mencari alasan pembenar di setiap kondisi yang dialami”.

Mendengar hal itu saya menyimpulkan, ‘Meskipun’ merupakan senjata paling ampuh menumpas rasa takut. Setiap diri kita selain memiliki keberanian yang luar biasa juga dianugerahi rasa takut, kenapa saya katakana anugrah? 

Iya. Karena dengan rasa itu kita dididik untuk tidak gegabah mengambil keputusan dalam hidup. Namun, apabila rasa takut itu kita tempatkan di waktu yang salah maka akan merusak prestasi hidup yang kita impikan. 

Baca juga: Juallah Diri Anda untuk Meraih Kesuksesan

Di sinilah kita membutuhkan pemacu semangat untuk diri kita. Rasa takut itu akan hilang ketika kita mencoba memberanikan diri untuk melawannya. Ingat! meskipun anda dilahirkan di pelosok desa, anda memiliki peluang yang sama untuk meraih kesuksesan hidup anda.

Selain itu, Meskipun memiliki arti optimis.  Ketika anda berkata pada diri anda “meskipun saat ini saya bodoh, tetapi saya akan berusaha untuk menjadi lulusan terbaik” “meskipun saya tidak memiliki biaya tetapi saya akan berjuang untuk bisa lulus kuliah”. 

Coba anda perhatikan baik-baik ungkapan tersebut, adakah rasa pesimis di dalamnya? Tentu saja tidak. ‘Meskipun’ merupakan kata lain dari optimis. Satu orang optimis jauh lebih mulia daripada seribu orang yang pesimis. 

Meskipun anda saat ini biasa-biasa saja, yakinlah jika dalam diri anda tersimpan potensi yang sangat luar biasa, So, optimislah menjalani hidup.

Jika meskipun merupakan kata lain dari optimis maka mustahil berangkat dari ketidak beranian diri. Setiap orang yang tidak berani meraih impian hidupnya pasti akan mencari alasan-alasan pembenar atas tindakannya. 

Baca juga: Dampak Negatif Tidak Jujur Pada Kesuksesan kita

Seperti halnya ketika siswa atau mahasiswa dipilih untuk mengikuti lomba, ia menolak dengan alasan takut kalah yang nantinya akan menjelekkan nama baik instansinya, “masih ada yang lebih mampu”, “belum saatnya ikut lomba, karena ada kepentingan ini dan itu” dan alasan lain yang dirasanya mampu untuk membenarkan atas tindakannya.

Kata ‘karena’ adalah awal dari kata yang digunakan untuk beralasan. Suatu ketika saya bertemu dengan sahabat saya, ia seorang pengangguran, di saat saya bertanya atas keadaan tersebut, ia menjawab dengan wajah memelas “saya menganggur ‘karena’ sekarang sulit mencari kerja, ‘karena’ saya bukan orang yang memiliki skill, ‘karena’ saya lulusan SD saya sulit diterima di perusahaan bahkan hampir mustahil”. 

Kalau kita perhatikan ungkapan yang disampaikan sahabat saya tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwasannya yang membuatnya menganggur bukanlah kondisi yang dialaminya, melainkan rasa tidak percaya diri yang dibungkus dengan kata ‘karena’.

Padahal mayoritas orang gagal dalam karirnya karena terlalu banyak beralasan, coba anda perhatikan di sekeliling anda, teman anda, saudara, tetangga atau siapapun yang dekat dengan anda, cari tahu alasan kenapa mereka gagal? 

Pasti akan anda temukan alasan yang mampu membenarkan kegagalannya. Anak yang masih muda akan beralasan karena usia mudanya serta merasa masih  memiliki waktu banyak kedepan yang akhirnya menunda-nunda usaha suksesnya. Orang yang sudah tua beralasan usia tuanya, yang sudah tidak lincah lagi dan merasa terlambat untuk meraih kesuksesan.

Baca juga: Melatih Kemampuan Beradaptasi untuk Meraih Sukses yang Lebih Besar

Jika kita perhatikan dengan seksama orang yang suka beralasan jarang berbenah diri, sudah kita singgung bahwasannya orang yang suka mencari alasan merupakan mereka yang selalu berupaya membenarkan dirinya, jika kita merasa yang kita lakukan sebuah kebenaran (meskipun itu salah), saya jamin tidak mungkin kita berupaya memperbaiki diri kita. 

Memperbaiki diri haruslah berangkat dari perasaan bersalah yang kemudian dicari solusi untuk memperbaikinya. Oleh karenanya janganlah beralasan, carilah kesalahan anda kemudian perbaiki. Hidup lebih mulia ketika kita mampu merubah diri kita menjadi pribadi yang lebih berkualitas.

Sudah pernah saya singgung sebelumnya, bawa disaat saya menulis buku perdana, saya tidak memiliki kemampuan yang mumpuni di dunia tulis-menulis. Pernah suatu ketika saya menulis di blog pribadi saya, dan saya mendapat banyak sekali kecaman terkait tulisan saya, ada yang mengatakan kurang menarik, ada yang mengatakan banyak penulisan yang salah, ada juga yang mengatakan saya kurang berbakat di dunia tulis-menulis dan lain sebagainya. 

Baca juga: Cara Move On Terbaik lengkap dengan Questnya

Daya tampung kritikan tersebut kemudian saya katakana pada diri saya “’meskipun’ saya lemah di dunia tulis-menulis, saya akan menerbitkan buku dalam waktu dekat ini” sungguh pernyataan itu tercapai dan Alhamdulillah buku perdana saya sekarang ada di tangan anda.

Coba seandainya saya mengambil sikap “’karena’ saya tidak memiliki kemampuan menulis, maka mustahil saya bisa menerbitkan buku”. Saya yakin buku ini tidak akan tersusun dan tidak mungkin bisa anda baca sekarang. 

Saya teringat dengan pemaparan Dr. Ibrahim Elfiky dalam bukunya Terapi Berpikir Positif , ketika kita sedang berfikir positif maka otak kita akan mencari pemikiran-pemikiran positif yang berkaitan dengannya, dan jika kita berpikir negatif maka otak kita pun akan mencari fikiran-fikiran sejenis yang akhirnya mengingatkan persepsi yang kita bangun.

Saya contohkan begini, ketika kita berpikir “‘meskipun’ saya orang miskin tapi saya akan sukses” maka otak kita akan mencari fikiran-fikiran yang lain yang berhubungan dengannya. Seperti, berusaha keras, pantang menyerah, berani dan hal positif lainnya. 

Sedangkan ketika kita berpikir “’karena’ saya miskin saya mustahil menjadi orang sukses” maka pikiran kita pun akan mencari file-file penguat seperti, anda tidak punya uang, bisa makan aja untung dan hal lain yang menggiring anda pada lembah kehancuran.

Oleh karenanya, katakan ‘meskipun’ dan jauhi kata ‘karena’. Janganlah kita sibuk mencari alasan di setiap kesalahan yang kita alami dalam hidup, tetapi carilah solusi yang mampu membangun diri menjadi orang yang lebih berkualitas. 

Tetaplah optimis dengan potensi diri anda dan janganlah membuat alasan atas kekurangan anda sekarang. Ingat! ‘meskipun’ anda orang biasa-biasa saja, jika anda memiliki kemauan besar anda akan menjadi orang yang besar pula.